Thursday, July 16, 2009

Merubah Password Windows Xp lewat Command

Perintah yang di gunakan adalah net user. Bila anda belum pernah menggunakan perintah command di windows, marilah kita belajar untuk mencobanya.

  1. Yang pertama yang harus kita lakukan adalah membuka cmd melalui Start > Run lalu ketikkan cmd dan tekan enter.
  2. Lalu apa perintah yang bisa digunakan untuk mengganti password tersebut ? Perintah yang akan kita gunakan adalah perintah net. Untuk melihat apa saja kegunaan dari perintah net ini, ketikkan net /? lalu tekan enter. Untuk lebih spesifiknya, kita akan menggunakan perintah net user. Ketikkan perintah ini sehingga akan menampilkan daftar user yang ada pada Windows tersebut. Biasanya user yang ada pada windows xp adalah administrator, user anda, guest.
  3. Lalu, bagaimana kita bisa mengganti password dari user-user tersebut? Ketikkan baris perintah net user /? untuk mengetahui fungsi-fungsi dari perintah ini.
  4. Untuk melakukan perubahan password pada user anda harus memilih user mana yang anda mau kasihkan password atau mau anda kasih hilang passwordnya, contohnya user administrator jadi anda tinggal ketikkan di cmd windows perintah net user administrator 123456 kemudian enter
  5. Coba anda logoff, dan masuk dengan user yang telah diganti passwordnya tadi. Password akan berubah menjadi 123456 sesuai dengan permintaan kita.
  6. Bagaimana jika ingin mengosongkan/menghapus password tersebut? Ketikan :
    net user administrator *
  7. lalu jika ada tampilan untuk meminta password yang baru, kosongkan lalu tekan
    enter hingga pesan mengganti password telah berhasil dilakukan.
  8. Selesai….. selamat mencoba

Thursday, July 9, 2009

Seputar Harddisk

Menyambung artikel minggu-minggu kemarin, kali ini saya mencoba berciap-ciap tentang harddisk. Dan ingin tahu apa dan siapa harddisk yang tersembunyi dalam CPU computer saya? Baca artikel ini….tolong dibaca!

Harddisk adalah salah satu contoh storage device (non-removeable storage = media penyimpanan data yang bersifat tetap, tidak dapat dipindahkan sewaktu-waktu dalam perkembangannya menjadi removeable storage). Asal-muasal kata hard disk, hard artinya keras dan disk artinya piringan/cakram, jadi harddisk adalah perangkat keras yang berfungsi sebagai penyimpan data secara permanent sesuai dengan perintah yang dilakukan oleh system operasi. Harddisk dibedakan dalam beberapa kategari, yaitu sebagai berikut:

  • Kecepatan : dinyatakan dengan ukuran RPM (Rotation Per Minuetes)

Kecepatan mempengaruhi kinerja harddisk dalam hal pengaksesan data, parameter yang digunakan adalah Seek time adalah selang waktu yang dibutuhkan antara waktu CPU meminta sebuah file dengan waktu byte pertama terkirim ke CPU. Satuan dalam milliseco. Data rate adalah jumlah byte per detik yang dapat dikirimkan ke CPU. Satuan dalam megabyte per detik.

Sehingga semakin cepat putaran harddisk maka akan semakin cepat akses data dari dank e harddisk.

  • Kapasitas : dinyatakan melalui satuan byte
  • Interface : SCSI (Small Computer System Interface), IDE (Integrated Drive Electronics)/PATA (Parallel ATA), SATA (Serial ATA)

SCSI (Small Computer System Interface) adalah standar yang menghubungkan peripheral ke komputer dengan interface yang memakai perintah SCSI (SCSI Command). Banyak digunakan untuk server, atau sistem yang memerlukan transfer data yang sangat cepat. Harga hardisk ini sangat mahal sehingga tidak ekonomis untuk digunakan sebagai harddisk personal

ATA singkatan dari Advanced Technology Attachment,

merupakan suatu disain antarmuka (interface) harddisk yang terintegrasi controller didalamnya, sehingga dapat meningkatkan kecepatan akses, mampu memberikan informasi karakteristik harddisk untuk keperluan plug and play.

PATA (Parallel Advance Technology Attachment).

Nama ini resmi disandang sejak hadirnya SATA,dimaksudkan untuk menandakan perbedaan diantara keduanya (dahulunya hanya disebut ATA). Disebut sebagai Parallel ATA karena pemasangan harddisk dengan system ini dilakukan dengan satu atau dua IDE device dapat dipasang dengan satu kabel dan terkoneksi dengan satu port IDE secara parallel. PATA tidak memiliki kemampuan Hot Swapable, kabel data yang dibutuhkan mencapai 40 kabel yang membuatnya dinilai tidak praktis, serta memiliki panjang kabel interface maksimal 18 inci (46 cm). keterbatasan ini menjadikan PATA hanya sebagai interface internal storage, demikian harga lebih murah.

Sedangkan SATA (Serial Advance Technology Attachment).

Dimana satu device dipasang pada satu port SATA, pemasangan kabel lebih rapi dan lebih kecil dibanding kabel IDE. SATA juga dilengkapi dengan teknologi NCQ (Native Command Queuing) adaptasi dari TCQ (Tag Command Queuing) yang digunakan pada harddisk SCSI. Teknologi ini menjadikan kinerja SATA lebih efisien akibatnya kinerja mekanis juga lebih efisien dan menjaga umur harddisk menjadi lebih lama (awet) dan akses data jauh lebih cepat dibanding dengan PATA. Digadang-gadang dengan teknologi NCQ, SATA dimungkinkan menjadi interface eksternal (eSATA) dan tanpa meninggalkan fasilitas hot plug untuk menjadikan harddisk sebagai removeable storage.

Harddisk terdiri dari beberapa bagian seperti Logic board, motor, interface slot, read-write head, Platter, dan body.

Logic board akan mengatur kerja harddisk sesuai dengan perintah dari sistem operasi, yaitu untuk mengatur kecepatan putaran motor dan gerak read-write head sesuai dengan lokasi penempatan data. Penyimpana data pada permukaan Platter, yaitu piringan dari bahan alumunium yang telah dilapisi bahan magnetic.Permukaan Pletter akan menyimpan data dalam Track (track adalah sepanjang keliling piringan, piringan terdiri dari beberapa track) dan sector. Setiap track akan dibagi menjadi beberapa sector. Setiap sector akan berisi byte dalam jumlah yang tetap, misalnya 128 byte atau 256 byte. Data merupakan rangkaian pola byte. Read-write head akan membaca dan menulis data pada harddisk serta menyampaikan informasi kepada Logic board selanjutnya akan disampaikan ke CPU melalui interface.

Perkembangan harddisk sangat cepat, dalam hal kapasitas yang saya tahu telah mencapai kapasitas sebesar 1 terabyte, contohnya 1,5 terabyte (Seagate Barracuda 7200.11 1.5TB) dan 2 terabyte (WD 20EADS) (luar biasa), yaitu dengan menggunakan teknologi Perpendicular Magnetic Recording (PMR) menggunakan lima buah plat magnetic yang masing-masing berkapasitas tertentu misalnya 200GB untuk kapasitas total 1 terabyte. Untuk menopang kecepatan akses data menggunakan cache memory sebesar 32 MB dan didukung dengan transfer rate sebesar 150 Mbyte per secon serta kecepatan putaran 7200 RPM dengan antarmuka SATA, seperti harddisk keluaran Hitachi Dekstar 7K1000 yang berkapasitas 1 TB (tera byte). Selain harddisk dengan kapasitas besar dan kecepatan akses yang tinggi juga berkembang harddisk dengan ukuran yang relative kecil, contohnya harddisk eksternal keluaran Vantec Nexstar NST-350U2/UF dan NST-250U2/UF, dengan ukuran 3,5 inci dan 2,5 inci dengan interface USB 2.0 dan USB 2.0-Firewire. Atau kecanggihan yang ditawarkan IBM dan NetApp dengan harddisk yang hemat energi listrik, efisiensi track, serta kemudahan backup dan recovery data pada IBM N series.

Dan rahasia tentang tersembunyinya harddisk dalam CPU komputerku akan terungkap sesaat lagi.

Harddisk yang saya sembunyikan dalam CPU tertera….

SEAGATE

Model ST320014A

U series X : 16.383 CYL – 16HDS – 63 SECT – LBA 39,102,376

ULTRA ATA (interface)

Dari apa yang tertera dalam harddisk itu saya hanya dapat menyimpulkan bahwa dari model harddisk itu dapat ditentukan dari produsen Seagate (ST) dengan kapasitas 20GB dan menggunakan interface ULTRA ATA, yaitu perkembangan dari interface ATA.

Selama penggunaan computer ini saya belum mengalami masalah dengan harddisk ini (belum pernah diganti…alias awet) dan saya tidak mau mengalami masalah dengan harddisk, dengan tidak melakukan perawatan secara khusus, hanya dengan memenuhi (atau menggunakan) power supply standar dan jika pemakaian lama terkadang kipas angin eksternal diarahkan ke CPU, maksud saya sebagai pertolongan pendingin CPU.

Saya selalu berkecukupan (lebih tepatnya dipaksakan untuk cukup) dengan kapasitas yang sebesar ini dengan tidak melakukan penambahan atau menggantinya dengan hardisk yang punya kapasitas yang lebih besar. Hanya saja, diwkatu yang akan datang mempunyai harddisk eksternal dengan kapasitas yang cukup besar sehingga kapasitas penampung data lebah besar dan lebih fleksibel untuk dibawa kemana saja.. Saya belum

Agar harddisk dapat terpelihara dengan baik, hal sangat sederhana yang perlu diperhatikan adalah

gunakanlah sumber daya/listrik yang sesuai dengan tegangan/arus listrik yang di izinkan, karena dapat merusakkan perangkat dalam harddisk khususnya motor.

Suhu, jagalah suhu pada harddisk agar tidak melebihi batas suhu yang diizinkan (max 60OC), sebaiknya jika sering menggunakan computer (harddisk) dalam waktu lama tambahkan pendingin (kipas) untuk harddisk. Atau digunakanteknologi piringan bukan dari alumunium, tetapi dari bahan yang tahan terhadap panas (mungkin dari platina atau emas?bagaimana dngan efisiensi bahan?) atau read-write dengan sistem laser.

Bagi pemilik harddisk eksternal jangan dibanting…hehehe dengan tidak sengaja tentunya, sebaiknya gunakanlah tas pengaman (yang agak tebal dan empuk)

Wednesday, March 25, 2009

Pengalaman Install Exchange Server 2000 di Windows 2000 server


Spesifikasi yang dibuhkan adalah :

PC Pentium III
Memory 256 Mb
HDD 40 Gb
Service pack 2

Ada 3 tahap install Excange server agar dapat dijadikan mail server

A. Install Windows 2000 server

B. Install DC PROMO

C. Install Exchange Server

D. Configurasi Exchange

Tahap tahap :

A. Install Windows Server 2000 ( Pasti sudah bisa yah )

1. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah status PC masih Workgroup

B. Install DC PROMO ( Domain )

1. Sebelumnya kita cek di My Computer

Klik Kanan Icon My Computer - Properties - More - Primary DNS Siffix of this computer

kita isi dengan Nama Domain yang ingin kita pake untuk mail server




















2. Lanjut, Klik RUN - ketik DCpromo

















3. Pilih Standard Primary















4. Nah untuk step disini, seperti yang step pertama saya katakan DNS Suffix harus diisi dulu. Step ini akan sedikit memakan waktu ( bentar ) begitu di klik NEXT kalau langsung muncul menu selanjutnya begitu klik NEXT berarti SALAH.

















5. Nah setelah prossess agak sedikit waktu munculah menu seperti dibawah...
















6. Step selanjutnya


















7. Oke aja

















8. KLik next saja













9. Finish

















C. Install Exchange Server

1. Masukan CD Exchange 2000 server ke CD Room

2. Klik Exchange Server Setup.

3. Klik next untuk melanjutkan.

4. Masukan 25 Digit CD Key - NEXT

5. Pilih Typical : dengan cara pada menu Action - pilih Typical dan bawahnya otomatis ada menu Install

6. Buat organisasi seperti yang kita mau ( nama harus sama seperti yang di tutorail DNS yang kita mau )

7. Pilih Setuju ( I gree ) terus Next dan akan muncul Ringkasan Componen yang akan kita install

8. Progress Instalasi

9. Finish

Hasil Instalasi DNS dan Exchange














Menu
utama Exchange System Manager

















Terdiri dari :

  1. Global Setting
  2. Recipient
  3. Servers
  4. Connector
  5. Tools
  6. Folders

Penjelasan

1. Global Setting.

Semua configurasi yang diatur pada Global Setting akan berlaku secara Global- General

- Default ( Untuk mengatur Berapa besar size yang diberikan kepada user )

- Filtering ( Memberikan kepada user pengirim atau penerima email yang ingin di Blok )

- Details

Yang harus diperhatikan adalah Konfigurasi DEAFULT SMTP VIRTUAL SERVER. Caranya

Klik Exchange Sistem Manager – Klik Server – SMTP – Deafult SMTP Virtual Server

Menunya adalah sebagai berikut

“ Pilih Unassigned IP address “

  1. Untuk Recipient Default Policy nya pada E-mail Address harus tertulis domain yang kita maksud Misal abc@bambang.com

X400 nya tertulis p=namadomainkita ( bambang) o; exchange

  1. Server. Pada Exchange Sistem Manager terdapat DOMAIN “bambang.com”

Dibawahnya terdapat SERVER ( Ini nama server mail kita / nama EXCHANGE )

Ketika kita klik server : akan muncul nama server

Dan terdiri dari :

- Protokol

HTTP

IMAP4

NNTP

POP

SMTP ( Default SMTP Virtual Server )

X-400

- Storage First Group

  1. Untuk componen yang lain bias dilakukan sendiri.

Yang harus diperhatikan

1. Kita harus mempunya DOMAIN yang terdaftar di Hosting. ( sewa murah ) sekaligus tanyakan setting ( IP dst )

Sekaligus untuk mengcreate email user di web hosting ( ini salah satu configurasi email server ) agar user bisa terima email dan kirim email )

2. IP yang diberikan oleh Hosting kita masukan dalam DNS Prefered DNS yang terdapat pada Ethernet ( Eth )

3. Selesai configur IP test dengan telnet ke DOMAIN kita baik dengan IP atau nama DOMAIN, kalau berhasil berarti Lancar.

Cara test
1. Ping www.namadomain.com
Kalau replay berarti install DNS berhasil
2. Ping www.namadomain.com 25
kalau repaly berarti namadomain kita sudah diakui di dunia perinternet an hehe
3. c:\>nslookup kalau muncul Deafult server : exchange"".namadomain.
Kalau " UNKNOWN HOS " berarti harus di trace lagi.
coba dimasukan > set type =a
> set type =mx
restart PC
mudah2 oke.


Selamat mencoba